Tampilkan postingan dengan label pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemrograman. Tampilkan semua postingan

Inilah Code Editor dan Compiler Online Terbaik - Glot.io

 

Inilah Code Editor dan Compiler Online Terbaik - Glot.io

 

Sebelumnya kita sudah membahas mengenai beberapa Code Editor dan Compiler Online Terbaik yang ada saat ini.


Tools-tools seperti ini akan semakin banyak seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. Apalagi sekarang semakin trendnya kerja remote dengan adanya tools Code Editor dan Compiler Online yang semakin komplit.

 

Bisa saja diwaktu mendatang orang-orang tidak akan perlu lagi memiliki perangkat dengan spesifikasi yang tinggi cukup dengan menggunakan koneksi internet yang cepat dan layanan IDE berbasis cloud makan mereka sudah bisa mulai mengerjakan perkerjaan mereka.

5+ Code Editor dan Compiler Online Terbaik

5+ Code Editor dan Compiler Online Terbaik


Code Editor dan Compiler Online digunakan untuk membuat dan menjalankan codingan dapat dijalankan tanpa perlu menginstall IDE di perangkat kalian.

 

Perkembangan bahasa pemrograman yang semakin banyak membuat programmer harus mempelajari bahasa pemrograman.

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak dan Perbedaanya dengan Beberapa disiplin Ilmu Lainnya

materi rekayasa perangkat lunak

 

Kali ini saya akan membahas beberapa hal mengenai Rekayasa Perangkat Lunak, Materi ini biasanya ditemukan ketika kalian mempelajari Rekayasa Perangkat Lunak. Berikut ini adalah beberapa Pembahasa yang akan saya lakukan pada postingan ini: 

 

DAFTAR ISI:


 

 

Perangkat Lunak

Perangkat lunak bukanlah hanya program computer namun pernagkat lunak adalah keseluruhan sistem yang dibuat untuk menjalakan perangkat keras yang telah dibuat, perangkat lunak juga termasuk semua konfigurasi yang ada didalamnya. 

 

Tanpa adanya perangkat lunak sebuah perangkat keras tidak akan dapat dijalankan. Sistem Informasi dan Aplikasi merupakan bagian dari perangkat lunak

 

 

Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)

Suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, desain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

 

 

Perbedaan RPL dan Computer Science

Sebelum mengetahui perbedaannya setidaknya kami menjelaskan sedikit tentang Rekayasa Perangkat Lunak dan Ilmu Komputer. 

 

Rekayasa perangkat lunak pada intinya adalah suatu proses bagaimana suatu perangkat lunak dirancang, mulai dari tahap spesifikasi sistem, infatsruktur, control, aplikasi database pada system. dan sedangkan Ilmu Komputer (Science Computer) pada intinya mencangkapu berbagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).
 

Perberdaan dari Rekayasa Perangkat Lunak dengan Ilmu Komputer adalah Rekayasa Perangkat Lunak merupakan praktek dari perancangan suatu system atau perangkat lunak, sedangkan Ilmu Komputer merupakan suatu teori atau metode yang mencangkup system computer, termasuk juga perangkat lunak tersebut



Perbedaan RPL dan Rekayasa Sistem

REKAYASA SISTEM berhubungan dengan teori dan metode yang mendasari sistem komputer dan perangkat lunak, sedangkan RPL berhubungan dengan praktek dalam memproduksi perangkat lunak.

 

Rekayasa sistem berkaitan dengan semua aspek dalam pembangunan sistem berbasis komputer termasuk hardware, rekayasa PL dan proses. RPL adalah bagian dari rekayasa sistem yang meliputi pembangunan PL, infrasktruktur, kontrol, aplikasi dan database pada sistem.



Proses Perangkat Lunak

Proses perangkat lunak merupakan suatu struktur yang diimplementasikan pada kegiatan perancangan perangkat lunak atau bisa juga pada pengembangan system dengan memberikan berbagai panduan-panduan yang relevan dengan tujuan agar suatu perangkat lunak atau system dalam perancangan maupun pengembangan agar memcapai system yang sempurna.



Biaya Pengembangan Perangkat Lunak

Pada umumnya sekitar 60% untuk biaya pengembangan (development) dan 40% biaya pengujian (testing).



Metode-metode dalam RPL

Metode Rekayasa Perangkat Lunak merupakan pendekatan terstruktur terhadap pengembangan perangkat lunak yang bertujuan untuk memfasilitasi produksi perangkat lunak yang berkualitas dengan biaya dan cara yang seefektif mungkin. Metode – metode tersebut diantaranya adalah:

  • Deskripsi Model dan Sistem: Yaitu pendeskripsian model sistem yang harus dikembang dan notasi yang digunakan untuk mendefinisikan model – model ini, contohnya adalah model objek, model aliran data, dan model mesin status.
  • Aturan: Yaitu batasan yang berlaku untuk setiap model sistem yang ada atau digunakan, misalnya setiap objek pada model sistem harus memiliki nama yang unik.
  • Rekomendasi: Yaitu heuristik yang mengkarakterisasi praktik perancangan yang baik pada suatu metode, diharapkan dengan adanya rekomendasi dapat menghasilkan sistem yang dapat teorganisir dengan baik.
  • Paduan Proses: Yaitu deskripsi kegiatan yang bisa dijadikan sebagai patokan untuk mengembangkan model sistem dan organisasi sistem.



CASE (Computer-Aided Software Engineering)

Menurut referensi CASE (rekayasa perangkat lunak dibantu komputer) adalah penggunaan metode dengan bantuan komputer untuk mengatur dan mengendalikan pengembangan perangkat lunak, terutama dalam skala besar, proyek-proyek yang kompleks yang melibatkan banyak komponen perangkat lunak dan orang. untuk berbagi pandangan umum dari mana proyek berdiri pada setiap tahap pembangunan. 


CASE membantu memastikan disiplin, proses check. Sebuah alat CASE dapat menggambarkan kemajuan (atau kurangnya itu) secara grafis.

 

Hal ini juga dapat berfungsi sebagai repositori untuk atau dihubungkan dengan dokumen dan Program perpustakaan yang berisi rencana proyek bisnis, persyaratan desain, spesifikasi desain, spesifikasi kode rinci, unit kode, kasus uji dan hasil, dan pemasaran dan rencana layanan.


Singkatnya CASE menurut saya Software yang mampu menyelesaikan proses analisis, pemrograman dan pengembangan sistem secara otomatis dalam skala besar.



Atribut Perangkat Lunak yang Baik

Atribut merupakan refleksi dari kulitas perangkat lunak yang baik. Antribut – atribut perangkat lunak yang baiik adalah sebagai berikut.

  • Dapat Dipelihara: Perangkat lunak harus disusun atau ditulis dengan cara yang mudah dimengerti sehingga jika suatu saat ada perubahan dalam perangkat lunak maka dapat dilakukan dengan mudah. Penulisan ini merupakan atribut yang kritis karena perubahan perangkat lunak merupakan hal yang tidak dapat dielakan seiring dengan lingkungan bisnis yang berubah.
  • Dapat Diandalkan: Perangkat lunak yang dibuat harus dapat menyelesaikan tugas yang telah ditentukan, selain itu perangkat lunak juga harus memiliki kehandalan dari sisi keamanan dan keselamatan. Perangkat lunak yang baik seharusnya tidak menyebabkan kerusakan fisik atau ekonomi jika terjadi kegagagalan sistem.
  • Efisien: Perangkat lunak tidak boleh menggunakan sumber daya  yang terlalu melampaui tugas yang diberikan. Artinya perangkat lunak yang efisien mencakup kecepatan tanggapnya, waktu pemrosesan, penggunaan memori, dan yang lainnya yang berhubungan dengan sumberdaya sistem.
  • Usability: Perangkat lunak harus dapat dipakai tanpa menggunakan usaha yang tidak diperlukan oleh pengguna yang dituju, artinya perangkat lunak harus memiliki antarmuka yang bagus dan dokumentasi yang mencukupi.



Tantangan Kunci yang Dihadapi RPL

Tantangan kunci yang dimiliki oleh rekayasa perangkat lunak pada saat ini antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tantangan warisan(legacy): Perangkat lunak dalam pengembangannya bisa memerlukan waktu bertahun – tahun, selama perkembangan tersebut perangkat lunak tersebut tidak akan hanya dikembangkan oleh orang sama, sehingga akan adanya pewarisan pengetahuan ke generasi berikutnya dari perangkat yang dikembangkan. Tantangan warisan tersebut mencakup tantangan untuk memelihara dan memperbaharui perangkat lunak lunak sehingga tetap menjadi perangkat lunak yang efisien.
  • Tantangan heterogenitas: Seiring perkembangan zaman system dituntut untuk beroperasi sebagai system terdistribusi pada jaringan yang terdiri dari bebagai jenis komputer dengan spesifikasi yang berbeda – beda, jadi tentangan dalam hal ini mencakup teknik pengembangan untuk membangun perangkat lunak yang dapat diandalkan dan fleksibel untuk menghadapi keberagaman ini.
  • Tantangan pengiriman: Tantangan perngiriman adalah tantangan yang mempersingkat waktu kirim system besar dan kompleks tanpa mengurangi kualitas system, ini dikarenakan sistem ini kadang memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugasnya sedangkan saat ini dibutuhkan sistem yang memiliki sifat cepat tanggap dan kempuan perubahan dengan cepat.

Jenis Model Proses Perangkat Lunak - Lengkap dengan Gambar

Model Proses Perangkat Lunak



Perancangan Perangkat lunak tentu memerlukan proses yang sangat panjang dari pembuatan sampai dengan sistem itu jadi dan dipelihara sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang. 


Ada beberapa model yang digunakan dalam perancangan perangkat lunak diantanya yaitu: Waterfall, Spiral, Prototype, Exstrem Programming, Evolusioner, dan Agile. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai model – model yang sudah disebutkan diatas


Baca Juga: Memperbaiki Warning File Sellers.json Google Adsense di Blogger



1.    Waterfall

Model ini merupakan yang pertama digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak. Model ini diperkenalkan oleh Royce pada tahun 1970. 


Model ini mencakup spesifikasi persyaratan, perancangan sistem dan perangkat lunak, implementasi dan pengujian unit, integrasi dan pengujian sistem dan pemeliharaan. 


Kelemahan dari model ini diantarnaya adalah model ini bersifat kaku sehingga akan menyulitkan ketika melakukan perubahan. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam metode waterfall yaitu:

  1. Software Requiretments Analysis, yaitu pencarian kebutuhan yang difokuskan pada software tentu saja kebutuhan tersebut nantinya dapat dipahami oleh pengembang.
  2. Design, yaitu pengaplikasian dari kedua kebutuhan diatas dalam bentuk sebuah arsit sebelum koding dimulai, ini menyangkut keseluruhan sistem seperti alur kerja sistem.
  3. Implementasi, yaitu design yang sudah jadi diaplikasi kedalam sebuah bahasa pemrograman agar dapat dimengerti oleh komputer
  4. Integrasi dan pengujian sistem, yaitu uji coba sistem yang sudah dibuat agar dapat disempurnakan kembalie)
  5. Operasi dan Maintenance, yaitu pemeliharaan sistem yang sudah dilempar kepasar. Tujuan dari maintenance ini adalah agar sistem yang dibuat bisa sesuai dengan perkembangan pasar yang ada sehingga sistem yang dibuat dapat dipakai dalam jangkat waktu yang cukup panjang.

 

waterfall
Waterfall

 
Gambar diatas merupakan gambaran dari tahapan pemodelan proses pearangkat lunak secara waterfall. Metode waterfall ini dalam penggunaanya tentu memilki klemahan yaitu bersifat kaku sehingga akan menyulitkan ketika melakukan perubahan. 

 

Sedangkan salah satu kelebihan dari model ini adalah pengerjaan proyek sistem akan dilakukan secara terstruktur karena dan mudah dikontrol


Baca Juga: Human Usability Principle




2.    Spiral

Model spiral merupakan salah satu dari model revolusioner, model spiral memiliki ciri yaitu memungkinkan untuk mengembangkan suatu perangkat lunak secara bertahap atau dengan beberapa versi untuk mengdapatkan perangkat lunak yang lebih sempurna dan lebih terkontrol.


Tahapan – tahapan dalam pengembangan model spiral dainataranya adalah sebagai berikut

  1. Customer Communication, yaitu aktivitas untuk membangun komunikasi yang efektif antara pengembang dengan pengguna, sehingga kebutuhan pengguna dapat diketahui dengan baik.
  2. Palnning, yaitu perencanaan untuk memperhitungkan semberdaya, waktu pengerjaan, dan informasi lainnya yang dibutuhkan untuk pengembangan perangkat lunak.
  3. Analysis Risk, yaitu untuk menganalisis resiko dengan baik resiko yang mungin terjadi secara teknikal
  4. Engineering, yaitu pembuatan protoype atau pembuatan satu atau lebih reprenstasi dari aplikasi yang dibuat
  5. Construction and Release, yaitu  kegiatan untuk membangun perangkat lunak, ttesting, instalisasi, dan penyediaan dunkungan untuk pelanggan seperti pelatihan penggunaan sistem serta dokumentasi
  6. Customer Evaluation, yaitu kegiatan untuk mendapatkan timbal balik yang diberikan oleh pengguna.

 

spiral
Spiral

Gambar diatas merupakan gambaran dari tahapan model proses pengambanga perangkat lunak secara spiral. Kelebihan dan   kekurangan dari model pengembangan perangkat lunak spiral ini diantaranya adalah

  • Kelebihan: memungkinkan untuk pemakian perangkat lunak bisa dipakai selama masa berlaku perangkat lunak, pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan birinteraksi terhadap resiko setiap evolusi
  • Kekurangan: Memerlukan penafsiran resiko yang masuka akal dan akan menjadi masalah yang sangat serius jika resiko besar tidak ditemukan, butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma model ini untuk menuju ke kepastian.


Baca Juga: APA YANG DIMAKSUD CLOUD COMPUTING, IAAS, SAAS DAN PAAS




3.    Prototype

Metode Prototype merupakan pengembangan dan revolusi metode pengembangan perangkat lunak yang lama yaitu sistem sekuensial yang biasa dikenal dengan nama SDLC atau waterfall development model. 

 

Dalam model ini prototype dari perangkat lunak yang dihasilakan dipresentasikan kepada pengguna untuk mendapat masukan dari pengguna yang bersangkutan agar sistem yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 

 

Teknik – teknik dalam prototyping meliputi perangcangan model, perangcangan dialog, dan simulasi. Berikut ini adalah tahapan – tahapan pengembangan perangkat lunak secara prototype

  • Pengumpulan Kebutuhan, Pengumpulan data atau gambaran yang dibutuhkan untuk pengembangan perangkat lunak.
  • Membangun Prototype, membangun rancangan yang meliputi semua aspek software (prototype) yang digunakan untuk penyajian sementara kepada pelanggan
  • Evaluasi Prototype, evaluasi dilakukan jika prototype yang dihasilkan sudah sesuai denga keinginan pelanggan. Jika belum makan akan dilakuakn perbaikan protype kembali.
  • Pengkodean Sistem, pada tahap ini prototype yang sudah sesuai dengan keinginan pelanggan diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman
  • Menguji Sistem, pengujian dilakukan sebelum perangkat lunak benar benar bisa dipakai oleh pengguna
  • Evaluasi Sistem, yaitu evaluasi yang dilakukan apakah sistem sudah siap untuk dilempar kepasar atau belum.
  • Menggunakan Sistem, sistem yang sudah jadi dilempar kepasar atau konsumen dan siap untuk digunakan.
prototype
Prototype


Gambar diatas merupakan gambaran secara singkat dari tahapan model proses pengembangan perangkat lunak secara prototyping.

 

Kelebihan yang dimiliki oleh mode pengembangan perangkat lunak prototyping diantaranya adalah pemakai berperan aktif dalam pengembangan sistem. 


Sedangkan kekurangan dari sistem ini adalah memungkinkan terjadinya pengembalian terhadap kode, implementasi, dan perbaikan siklus yang digunakan untuk mendominasi sistem informasi


Baca Juga: Hubungan IMK dengan Disiplin Ilmu Lain




4.    Extreme Programming

Extreme Programming merupakan salah satu metode proses pengembangan perangkat lunak dalam RPL. 


Metode ini merupakan salah satu metode yang terpopuler dari beberapa metodelogi pengembangan software yang dipakai untuk pengembangan perangkat lunak,tujuan utama dari metode ini adalah untuk menurukan biaya dan menyederhanakan dari berbagai tahapan dalam proses pengembangan perangkat lunak. 


Adapaun tahapan dari model pengembangan ini adalah sebagi berikut 

  • Perencanaan,yaitu proses yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu dan pengambilan keputusan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kebutuhan tahap ini, antara lain teknis pengumpulan data, analisis kebutuhan system, identifikasi aktor dan identifikasi use case.
  • Design. yaitu panduan dalam membangun perangkat lunak yang didasari atas kebutuhan pengguna. Proses design dilakukan sebelum dan sesudah aktivitas coding berlangsung serta dalam proses pengembangan aplikasi berlangsung.
  • Coding, yaitu Tahap yang bertujuan untuk melakukan uji pada setiap unit sistem, kemudian selanjutnya melakukan penulisan coding aplikasi.model ini menggunakan konsep pair programming dimana tiap unit pengembangan dikembangkan oleh dua programmer.
  • Testing, yaitu pengujian perangkat lunak dimaksudkan untuk menguji semua unit perangkat lunak yang dibuat apakah telah sesuai kebutuhan pengguna. Pada tahap pengujian ini aplikasi langsung diuji coba oleh pengguna.


Baca Juga: CARA SETTING SEAMLESS@WIFI.ID DI WINDOWS 7




5.    Evolusioner

Model ini bertumpang tindih dengan kegiatan spesifikasi, pengembangan dan validasi. Sistem awal dikembangkan dengan cepat dari spesifikasi yang abstrak. 

 

Sistem ini kemudian dikembangkan dengan menerima masukan atau saran dari pelanggan sehingga sistem dapat disempurnakan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 

 

Karena pengembangan terus berlangsung saat pengguna sudah menggunakan sistem maka memungkinkan kebingunan dari pengembang dalam menyempurnakan sistem Karena terkadang kebutuhan pelanggan bisa berubah setiap saat. 

 

Tahapan dalam model proses ini adalah sebagai berikut:

  1. Komunikasi: Komunikasi dalam hal ini adalah pertemuan dengan pelanggan untuk membicarakan kebutuhan dan fitur-fitur yang akan dibuat pada software.
  2. Perencanaan: Perencanaan disini merupakan tahap penjelasan mengenai hasil diskusi dengan pelanggan kepada semua anggota tim pengembang. Sehingga semua anggota tim memiliki gambaran mengenai software yang akan dibuat.
  3. Desain Pemodelan:Tahap ini merupakan tahapan dalam membuat interface software yang harus memprioritaskan kenyamanan dan kemudahan pelanggan dalam penggunaannya.
  4. Implementasi dalam bentuk prototype: Pada tahapan ini programmer akan membuat kode-kode yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah fitur-fitur pada software, namun software tersebut belum sempurna
  5. Testing dan Umpan Balik:
  6. Tahap testing akan dilakukan untuk menguji software yang telah dibuat apakah sudah berjalan sesuai keinginan. Ketika software lolos pada tahap testing, software akan diserahkan kepada pengguna sehingga pengguna dapat memberikan umpan balik berupa komentar/keluhan mengenai kekurangan dari software tersebut

 

Baca Juga:  JARINGAN KOMPUTER

 

 

 

6.    Agile

Agile merupakan sekelompok metodelogi pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada prinsip sama atau kesamaan prinsip. 

 

Saat menggunakan pengembangan dengan metode agile diperlukan inovasi dan respon yang baik antara tim pengembang dan klien agara kualitas dari perangkat lunak yang dibangun sesuai dengan keinginan klien. 


Adapun tahapan – tahapan dalam pengembangan perangkat lunak dengan metode ini adalah sebagai berikut:

  1. Perencanaan, pada tahap ini pengembang dan klien membuat perencanaan tentang struktur dan kebutuhan dari perangkat lunak yang akan dibuat.
  2. Implementasi, pengembang melakukan coding untuk membuat agar rencana dapat dimengerti oleh computer
  3. Tes Perangkat Lunak, perangkat lunak yang sudah dibuat diujicoba untuk mecari kelemahan yang masih ada dalam perangkat lunak.
  4. Dokumentasi, proses ini dilakukan untuk mempermudah maintenance perangkat lunak.
  5. Deployment, proses untuk menjamin kualitas sistem yang dibuat.
  6. Pemeliharaan, yaitu perbaikan jika seandainya dalam pemakaiannya perangkat lunak mengalami kendala.

 

Adapun kelebihan yang didapat dalam menggunakan metode agile adalah, sistem dapat dibangun dengan lebih cepat, mengurangi kegagalan implementasi software dari segi non teknis dan meningkatkan kepuasan pelanggan

 

Sedangkan kekurangan yang paling sering ditemui pada metode adalah dalam mengintegrasikan tim, karena perubahan yang begitu cepat dalam metode ini sehingga setiap orang yang terlibat dalam pengembangan proyek harus selalu bisa berinteraksi dengan efisien antara satu dengan yang lainnya.

16 MySQL - Having dan Where

logo mysql




Having dan Where

Having dan where merupakan perintah yang sama-sama digunakan untuk mengelompokan data berdasarkan kondisi tertentu. Perbedaan dari having dan where adalah sebagai berikut.


1)    Having

Having merupakan perintah yang dapat digunakan untuk mengelompokan data sesuai dengan kondisi tertentu. Having hanya bisa digunakan setelah adanya perintah group by. Having dapat menerima perintah aggregation.


SELECT pelanggan.`id_pelanggan`, pelanggan.`nama_pelanggan`
FROM pelanggan
GROUP BY id_pelanggan
HAVING id_pelanggan > 12;

 

Kode Program Having merupakan sintak yang digunakan untuk mengelompokan data berdasarkan id_pelanggan dimana data yang memiliki id_pelanggan lebih dari 12 yang akan ditampilkan.

 

Having
Having
 

Gambar  Having merupakan tampilan Kode Program Having yang sudah dijalankan. Gambar tersebut memeperlihatkan lima baris data yang dimana memiliki id_pelanggan lebih dari 12


Baca Juga: MySQL - Union

 

2)    Where

Where merupakan perintah yang sama seperti having yang digunakan untuk melakukan pengondisian data yang akan ditampilkan. Where digunakan tanpa menggunakan perintah Group By, where tidak dapat menerima perintah aggregration.


SELECT pelanggan.`id_pelanggan`, pelanggan.`nama_pelanggan`
FROM pelanggan
WHERE jenis_kelamin='laki-laki';

 

Kode Program Where merupakan perintah where  yang digunakan untuk menampilkan id_pelanggan dan nama_pelanggan dari tabel pelanggan yang dikondisikan oleh jenis_kelamin='laki-laki'.

 

Where
Where
 

Kode Program Where merupakan tampilan Kode Program Where yang telah dijalankan. Gambar tersebut memperlihatkan data id_pelanggan dan nama_pelanggan yang memiliki jenis_kelamin laki-laki.
 

 

 

15 MySQL - Union

 logo mysql



Union

Union merupakan operator yang digunakan untuk menggabungkan hasil query, dengan ketentuan nama dan tipe kolom dari masing-masing yang datanya akan ditampilkan harus sama. Union dapat dibagi menjadi dua yaitu Union Standar dan Union All


1)    Union

Union merupakan perintah umum dari union yang digunakan untuk menggabungkan dua buah query yang dieksekusi secara bersamaan. Union hanya akan menampilkan satu data jika ada dua data yang sama, jadi tidak aka nada data yang berulang dua kali

SELECT barang.`id_barang`, barang.`harga` 
FROM barang
WHERE id_barang<15
UNION
SELECT barang.`id_barang`, barang.`harga` 
FROM barang
WHERE id_barang>12;

 

Kode Program Union merupakan sintak yang digunakan untuk menggabungkan dua buah query yaitu menampilkan id_barang dan harga_barang yang mempunyai id_barang kurang dari 15 dan yang mempunyai id_barang lebih dari 12.

 

Union
Union

 

Gambar  Union merupakan tampilan dari Kode Program  Union yang telah dijalankan. Gambar tersebut menampilkan data dari gabungan kedua query. Seharusnya ada beberapa data yang sama yang muncul, namun karena menggunakan sintak Union data yang nilainya sama hanya akan dimunculkan satu saja.

 

Baca Juga: Nested Query , Group by, Order by dan Alias

 

2)    Union All

Union All memiliki fungsi yang sama dengan Union hanya saja ketika ada data yang ganda yang nilainya sama, maka data tersebut akan tetap ditampilkan.

 

SELECT barang.`id_barang`, barang.`harga` 
FROM barang
WHERE id_barang<15
UNION ALL
SELECT barang.`id_barang`, barang.`harga` 
FROM barang
WHERE id_barang>12;

 

Kode Program Union All merupakan sintak yang digunakan untuk menggabungkan dua buah query yaitu menampilkan id_barang dan harga_barang yang mempunyai id_barang kurang dari 15 dan yang mempunyai id_barang lebih dari 12

 

Union All
Union All

 

Gambar Union All merupakan tampilan Kode Program Union All yang sudah dijalankan. Gambar tersebut menampilkan data dari gabungan kedua query. perintah union tidak akan menampilkan data yang mempunyai nilai sama sedangkan perintah union all menampilkan semua nilai yang masuk kedalam seleksi walaupun nilainya sama.
 


14 MySQL - Nested Query , Group by, Order by dan Alias.

logo mysql

Query Nested, Group by, Order by dan Alias merupakan pengelompokan data berdasarkan keadaan tertentu dalam MySQL . Misalnya Order By, query ini akan menampilkan data yang diurutkan berdasarkan keadaan yang ditentukan oleh Order By 

 

1)    Nested Query

Nested query atau query bersarang merupakan adalah query yang memiliki query lain didalamnya, misalnya sebuah kaluse from yang biasanya diikuti oleh nama tabel bisa saja diikuti oleh query lain.


SELECT nama_pelanggan FROM pelanggan 
WHERE alamat_pelanggan =
(SELECT alamat_pelanggan 
FROM pelanggan WHERE nama_pelanggan='asep');

 

Kode Program Nested Query merupakan sintak yang digunakan untuk menampilkan nama_pelanggan yang memiliki alamat_pelanggan yang sama sengan pelanggan yang namanya asep.

Nested Query
Nested Query

Gambar Nested Query merupakan tampilan Kode Program Nested Query yang telah dieksekusi. Gambar tersebut memeperlihatkan ada empat nama_pelanggan termasuk asep yang memiliki alamat_pelanggan yang sama

 

Baca Juga: Query Aggregation

 

2)    Group By

Group by merupakan perintah untuk agregasi data berdasarkan group atau pengelompokan dari satu atau lebih kolom.

SELECT COUNT(alamat_pelanggan), jenis_kelamin FROM pelanggan 
GROUP BY jenis_kelamin;

 

Kode Program Group By merupakan kode program yang digunakan untuk menampilkan jumlah nama_pelanggan yang memiliki jenis_kelamin yang sama.

 

Group By
Group By
 

Gambar Group By merupakan tampilan Kode Program Group By yang sudah diesksekusi. Gambar tersebut memperlihatkan ada lima pelanggan yang memiliki jenis_kelamin laki_laki dan empat orang pelanggan yang memiliki jensi_kelamin perempuan.


 

3)    Order By

Order by merupakan perintah dalam MySQL yang digunakan untuk melakukan pengelompokan data secara ascending dalam default-nya. Data yang sama akan dikelompokan secara terurut dalam kolom tabel.

 

SELECT id_pelanggan, alamat_pelanggan, jenis_kelamin 
FROM pelanggan 
ORDER BY jenis_kelamin DESC;

 

Kode Program Order By merupakan sintak yang digunakan untuk mengelompokan data alamat_pelanggan dan id_pelanggan berdasarkan jenis_kelamin.

 

Order By
Order By
 

Gambar Order By merupakan Kode Program Order By yang sudah dijalankan. Gambar tersebut menampilkan pengelompokan data berdasarkan jenis_kelamin, yaitu terdapat empat pelanggan dengan jenis_kelamin perempuan dan lima pelanggan dengan jenis_kelaim laki-laki.


Baca Juga: Tabel yang Ada di MySQL


4)    Alias

Alias atau as merupakan perintah MySQL yang dapat digunakan untuk melakukan pengandaian terhadap nama tabel atau kolom dalam sebuah database. Alias bertujuan agar query dapat lebih mudah dibaca misalnya penulisan kolom dengan nama nama_mahasiswa bisa ditampilkan dengan nama mahasiswa saja.


SELECT id_pelanggan AS nomor, 
nama_pelanggan AS pelanggan, 
jenis_kelamin AS JK FROM pelanggan 
ORDER BY jenis_kelamin;

 

Kode Program Alias merupaka kode program yang digunakan untuk menampilkan kolom id_pelanggan, nama_pelanggan, dan jenis_kelamin. Kolom-kolom tersebut dalam penampilannya akan diubah namanya yaitu kolom id_pelanggan menjadi nomor, nama_pelanggan menjadi pelanggan, dan jenis_kelamin menjadi JK.

 

Alias
Alias

Gambar Alias merupakan Kode Program Alias yang telah dijalankan. Gambar tersebut menampilkan nama_pelanggan, id_pelaggan, dan Jenis_kelamin sebagain nomor, pelanggan, dan JK.