Tampilkan postingan dengan label sistem pakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sistem pakar. Tampilkan semua postingan

Studi Kasus Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining

Studi Kasus Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining



 Studi Kasus Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining

 

Sebelumnya saya sudah membahas mengenai sistem pakar. Mulai dari pengertian hingga komponen yang menyusun sistem pakar.


Kali ini saya akan membahas mengenai sebuah studi kasus sistem pakar dengan menggunakan metode foward chaining


sebelum  kita masuk ke studikasusnya tentu kita harus mengetahui dulu apa itu foward chaining


Dasar Teori Metode Forward Chaining

Terdapat dua metode yang dapat digunakan oleh mesin iferensi untuk mencari kesimpulan dari permasalahan yang dicari, yaitu forward chaining dan barcward chaining, dalam studi kasus ini metode yang digunakan adalah metode forward chaining. 


Forward chaining merupakan metode pencarian yang memulai proses pencarian dari sekumpulan data atau fakta, dari fakta-fakta tersebut dicari suatu kesimpulan yang menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi. 

 

Mesin inferensi mencari kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan yang premisnya sesuai dengan fakta-fakta tersebut, kemudian dari aturan-aturan tersebut diperoleh suatu kesimpulan. 


Forward chaining memulai proses pencarian dengan data sehingga strategi ini disebut juga data-driven. 

 

Jadi metode forward chaining ini memulai pencarian kesimpulan dari fakta atau data yang lebih spesifik.




Studi kasus

Sekarang kita akan masuk ke pembahasan studi kasusnya


Studi kasus yang diambil yaitu mengenai cara mendeteksi kesalahan atau kerusakan yang terjadi pada komputer dengan menggunakan gejala – gejala yang muncul sebagai acuan untuk mencapai atau memperoleh kesimpulan.


Sekarang kita akna definisikan dulu gejala yang ada pada sebuah komputer. Gejala disimbolkan dengan kode G.


GEJALA 

  1. G1    Tidak ada gambar tertampil di monitor
  2. G2    Terdapat garis horisontal/vertikal di tengah monitor
  3. G3    Tidak ada tampilan awal bios
  4. G4    Muncul pesan eror pada bios
  5. G5    Alarm bios berbunyi
  6. G6    Terdengar suara aneh pada HDD
  7. G7    Sering terjadi hang/crash saat menjalankan aplikasi
  8. G8    Selalu scandisk ketika booting
  9. G9    Muncul pesan eror saat menjalankan game atau aplikasi grafis
  10. G10    Device informasi tidak terdekteksi dalam device manajer, meski driver telah terinstal
  11. G11    Tiba-tiba OS melakukan restart otomatis
  12. G12    Keluar blue screen pada OS Windows
  13. G13    Suara tetap tidak keluar meskipun driver dan setting device telah dilakukan sesuai petunjuk
  14. G14    Muncul pesan eror saat menjalankan aplikasi audio
  15. G15    Muncul pesan error saat pertama OS di Load dari HDD
  16. G16    Tidak ada tanda - tanda dari sebagian/seluruh perangkat bekerje (semua kipas pendingin tidak berputas)
  17. G17    Sering tiba - tiba mati tanpa sebab
  18. G18    Muncul pesan pada windows, bahwa Windows kekurangan virtual memory
  19. G19    Aplikasi berjalan dengan lambat, respon yang lambat terhadap input-an
  20. G20    kinerja grafis sangat berat (biasanya dalam game dan manipulasi gambar)
  21. G21    Device tidak terdeteksi dalam bios
  22. G22    Informasi deteksi yang salah dalam bios
  23. G23    Hanya sebagian perangkat yang berkerja
  24. G24    Sebagian/seluruh karakter inputan mati
  25. G25    Pointer mouse tidak merespon gerakan mouse

 

Selanjutnya definisikan kerusakan yang terjadi pada komputer.


KERUSAKAN

  1. K1    Monitor rusak
  2. K2    Memori Rusak
  3. K3    HDD Rusak
  4. K4    VGA Rusak
  5. K5    Sound Card Rusak
  6. K6    OS Bermasalah
  7. K7    Aplikasi Rusak
  8. K8    PSU Rusak
  9. K9    Prosesor Rusak
  10. K10    Memory Kurang
  11. K11    Memory VGA Kurang
  12. K12    Clock Prosesor Kurang Tinggi
  13. K13    Kabel IDE Rusak
  14. K14    Kurang Daya Pada PSU
  15. K15    Perangkat USB Rusak
  16. K16    Keyboard Rusak
  17. K17    Mouse Rusak

 

Jika kerusakan dan gejala sudah didefinisikan. Sekarang kita akan membuat kesimpulan dari gejala-gejala yang timbul. kesimpulannya menjadi seperti dibawah ini


kesimpulan
Gambar 1 Kesimpulan


Kode K menunjukan Kerusakan yang terjadi, Kode G menunjukan gejala – gejala yang timbul sehingga dapat ditarik kesimpulan pada kerusakan. Misalnya komputer disimpulkan mengalami kerusakan kerusakan K2 karena menimbulkan gejala G3, G4, G5, G11 dan G12. 

 

Aturan yang dapat dibuat berdasarkan kesimpulan dari Gambar 1 adalah sebagai berikut

1.    Aturan 1
Aturan pertama yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Tidak ada gambar tertampil di monitor
AND Terdapat garis horisontal/vertikal di tengah monitor
THEN Monitor Rusak

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah tidak ada gambar yang tampil di monitor dan terdapat garis hosrisontal/vertikal di tengah monitor maka diperoleh kesimpulan monitor rusak.

2.    Aturan 2
Aturan kedua yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Tidak ada tampilan awal bios AND Muncul pesan eror pada bios
AND Alarm bios berbunyi AND Tiba-tiba OS melakukan restart otomatis AND Keluarnya blue screen pada OS Windows
THEN Memori Rusak

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Tidak ada tampilan awal bios AND Muncul pesan eror pada bios, Alarm bios berbunyi AND Tiba-tiba OS melakukan restart otomatis, Keluarnya blue screen pada OS Windows maka diperoleh kesimpulan Memori Rusak.

3.    Aturan 3
Aturan ketiga yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.
 

IF Terdengar suara aneh pada HDD
AND Sering terjadi hang/crash saat menjalankan aplikasi
AND Selalu scandisk ketika booting
AND Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install
AND Device tidak terdeteksi dalambios
AND Informasi deteksi yang salah dalam bios
THEN HDD Rusak

 

Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Terdengar suara aneh pada HDD, Sering terjadi hang/crash saat menjalankan aplikasi, Selalu scandisk ketika booting, Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install, Device tidak terdeteksi dalam bios, Informasi deteksi yang salah dalam bios maka diperoleh kesimpulan HDD Rusak.

4.    Aturan 4
Aturan keempatyang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.
IF Tidak ada gambar tertampil di monitor
AND Tidak ada tampilan awal bios
AND Alarm bios berbunyi
AND Muncul pesan eror saat menjalankan game atau aplikasi grafis
AND Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install
AND Keluarnya blue screen pada OS Windows
AND Suara tetap tidak keluar meskipun driver dan setting device telah dilakukan sesuai petunjuk
THEN VGA Rusak

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Tidak ada gambar tertampil di monitor, Tidak ada tampilan awal bios, Alarm bios berbunyi, Muncul pesan eror saat menjalankan game atau aplikasi grafis, Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install, Keluarnya blue screen pada OS Windows dan Suara tetap tidak keluar meskipun driver dan setting device telah dilakukan sesuai petunjuk maka diperoleh kesimpulan VGA Rusak.

5.    Aturan 5
Aturan kelima yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install
AND Suara tetap tidak keluar meskipun driver dan setting device telah dilakukan sesuai petunjuk   
AND Muncul pesan eror saat menjalankan aplikasi audio
THEN Sound Card Rusak


Keterangan:
    Jika Gejala yang muncul adalah Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install, Suara tetap tidak keluar meskipun driver dan setting device telah dilakukan sesuai petunjuk dan Muncul pesan eror saat menjalankan aplikasi audio maka kesimpulan yang dapat diambil adalah Sound Card Rusak.

6.    Aturan 6
Aturan keenam yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Tiba-tiba OS melakukan restart otomatis
AND Keluarnya blue screen pada OS Windows
AND Muncul pesan eror saat pertama OS di load dari HDD
THEN OS Bermasalah 

 

Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Tiba-tiba OS melakukan restart otomatis, Keluarnya blue screen pada OS Windows dan Muncul pesan eror saat pertama OS di load dari HDD maka dapat diambil kesimpulan OS Bermasalah.

7.    Aturan 7
Aturan ketujuh yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Sering terjadi hang/crash saat menjalankan aplikasi
AND Keluarnya blue screen pada OS Windows
THEN Aplikasi Rusak


Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Sering terjadi hang/crash saat menjalankan aplikasi dan Keluarnya blue screen pada OS Windows maka dapat diambil kesimpulan Aplikasi Rusak.

8.    Aturan 8

Aturan kedelapan yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Tidak ada tanda-tanda dari sebagian/seluruh perangkat bekerja (semua kipas pendingin tidak berputar)
AND Sering tiba-tiba mati tanpa sebab
THEN PSU Rusak

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Tidak ada tanda-tanda dari sebagian/seluruh perangkat bekerja (semua kipas pendingin tidak berputar) dan Sering tiba – tiba mati tanpa sebab maka dapat diambil kesimpulan PSU rusak.

9.    Aturan 9
Aturan kesembilanyang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Tidak ada gambar tertampil di monitor
AND Tidak ada tampilan awal bios
AND Muncul pesan eror pada bios
AND Alarm bios berbunyi
THEN Prosesor Rusak


Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Tidak ada gambar tertampil di monitor, Tidak ada tampilan awal bios, Muncul pesan eror pada bios dan Alarm bios berbunyi maka dapat diambil kesimpulan Prosesor Rusak.

10.    Aturan 10
Aturan kesepuluh yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Muncul pesan pada windows, bahwa windows kekurangan virtual memori
AND Aplikasi berjalan dengan lambat, respon yang lambat terhadap input-an
THEN Memory Kurang

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Muncul pesan pada windows, bahwa windows kekurangan virtual memori dan Aplikasi berjalan dengan lambat, respon yang lambat terhadap input-an maka dapat diambil kesimpulan Memory Kurang

11.    Aturan 11
Aturan kesebelas yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Muncul pesan eror saat menjalankan game atau aplikasi grafis
AND Kinerja grafis terasa sangat berat (biasanya dalam game dan manipulasi gambar)
THEN Memory VGA Kurang

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Muncul pesan eror saat menjalankan game atau aplikasi grafis dan Kinerja grafis terasa sangat berat (biasanya dalam game dan manipulasi gambar) maka dapat diambil kesimpulan Memory VGA Kurang.


12.    Aturan 12
Aturan keduabelas yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Aplikasi berjalan lambat, respon yang lambat terhadap inputan
THEN Clock Prosesor Kurang Tinggi

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Aplikasi berjalan lambat, respon yang lambat terhadap inputan maka dapat diambil kesimpulan Clock Prosesor Kurang Tinggi.

13.    Aturan 13
Aturan ketigabelas yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Device tidak terdeteksi dalam bios
THEN Kabel IDE Rusak


Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Device tidak terdeteksi dalam bios maka dapat diambil kesimpulan Kabel IDE Rusak

14.    Aturan 14
Aturan keempatbelas yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Alarm bios berbunyi
AND Hanya sebagian perangkat yang bekerja
THEN Kurang Daya Pada PSU
Keterangan:


Jika Gejala yang muncul adalah Alarm bios berbunyi dan Hanya sebagian perangkat yang bekerja maka dapat diambil kesimpulan Kurang daya pada PSU.

15.    Aturan 15
Aturan kelimabelas yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install
THEN Perangkat USB Rusak

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install maka dapat diambil kesimpulan Perangkat USB Rusak

16.    Aturan 16
Aturan keenambelas yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install
AND Sebagian/seluruh karakter inputan mati
THEN Keyboard Rusak

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install dan Sebagian/seluruh karakter inputan mati maka dapat diambil kesimpulan keyboard rusak

17.    Aturan 17
Aturan terakhir yang dapat dibuat sesuai dengan tabel kesimpulan pada Gambar 1 adalah sebagai berikut.


IF Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install
AND Pointer mouse tidak merespon gerakan mouse
THEN Mouse Rusak

 
Keterangan:
Jika Gejala yang muncul adalah Device driver informasi tidak terdeteksi dalam device manager, meski driver telah di install dan Pointer mouse tidak merespon gerakan mouse maka dapat diambil kesimpulan.


Tampilan pohon keputusannya menjadi seperti diabawah ini

pohon keputusan
Gambar 2 Pohon Keputusan

 

Gambar 2 merupakan tampilan dari pohon keputusan yang digunakan untuk membuat sistem pakar pohon keputusan tersebut menjelaskan aluran keputusan yang dapat diambil ketika terdapat input jawaban dari pengguna. 

 

Jawaban tersebut berupa ya dan tidak. Jawaban bernilai true atau ya akan mengarah ke posisi kana sedangkan jawaban yang bernilai false atau tidak akan mengarah ke sisi kiri. 

 

Lambang G pada pohon kepututusan menunjukan gejala yang akan ditanyakan pada pemakai sistem pakar sedang kan lambang K menunjukan kesimpulan yang dapat diambil ketika pengguna melakukan input-an gejala ke sistem pakar. 

 

Contoh dari pencarian sebuah penyelesaian dari pohon keputusan diatas adalah sebagai berikut

  • Pertanyaan G5 akan ditampilkan pertama kali, ketika pengguna memilih jawaban ya maka akan mengarah ke pertanyaan G3.
  • Pertanyaan G3 jika dijawab ya oleh pengguna akan berlanjut ke pertanyaa G1b, G1b dan G1a merupakan pertanyaan yang sama hanya saja karena dapat menimbulkan lebih dari satu kemungkinan jawaban maka dibuat G1 menjadi G1a dan G1b.
  • Pertanyaan G1b ditampilkan dan menjawab ya maka akan ditampilkan jawaban yang merupakan kesimpulan yang diperoleh dari pertanyaan G5, G3, dan G1b yaitu K9

 

 

Nah sekian pembahasan mengenai studi kasus yang ada di Sistem pakar dengan metode Metode Forward Chaining.

Sistem Pakar | Pengertian - Keuntungan - Keunggulan - Kekurangan - Komponen

 

Sistem Pakar | Pengertian - Keuntungan - Keunggulan - Kekurangan - Komponen

 

Hai Sobat Ladangtekno,

 

Kali ini saya akan membahas mengenai Sistem Pakar. Ada beberapa yang saya akan bahas kali ini mulai dari Pengertian Sistem Pakar, Keuntungan dan Keunggulan Menggunakan Sistem Pakar, Kekurangan dari Sistem Pakar dan Komponen yang terdapat didalam Sistem Pakar

 

 

Sistem Pakar

Pengertian - Keuntungan - Keunggulan - Kekurangan - Komponen



Pengertian Sistem Pakar

Menurut Juanda (2006:16) sistem pakar menirukan perilaku seorang pakar dalam menangani suatu persoalan. 

 

Pada suatu kasus seorang pasien mendatangi dokter untuk memeriksa badannya yang mengalami gangguan kesehatan, maka dokter atau pakar kesehatan akan memeriksa dan melakukan diagnosa. 

 

Bila dokter cukup sibuk dan pelaksana diagnosa digantikan oleh sebuah sistem pakar, maka sistem pakar diharapkan dapat membantu memahami dan menganalisa keadaan pasien dan menemukan penyakit yang diderita pasien itu. 

 

Sistem pakar diharapkan juga untuk menghasilkan dugaan atau hasil diagnosa yang sama dengan diagnosa yang dilakukan oleh seorang ahli. 

 

Beberapa ahli lain juga mengungkapkan pengertian mengenai sistem pakar antara lain adalah

  • Durkin: sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah yang dilakukan seorang pakar.
  • Giarratano dan Riley: sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

 

Dapat disimpulkan sistem pakar adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk menggantikan seorang ahli dalam menyelesaikan suatu permasalahan dan mendapatkan jawaban yang sesusai atau menyamai penyelesaian masalah yang dilakukan oleh sang ahli atau pakar.



Keuntungan Menggunakan Sistem Pakar

Adapun keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem pakar yang akan dibuat adalah sebagai berikut:

  1. Mendapatkan Solusi dengan lebih mudah.
  2. Pengguna dapat meningkatkan pengetahuan mengenai komputer melalui analisis yang diberukan oleh sistem pakar yang dibuat.
  3. Penyelesaian masalah dapat dimungkinkan tanpa bantuan teknisi atau pakar, sehingga dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.
  4. Dapat menjadi panduan untuk berbagi ilmu dengan orang lain, karena adanya sistem pakar ini
  5. Pengguna dapat mencari pemecahan solusi jika terjadi kerusakan pada komputer yang dimiliki kapan saja, karena pakar sudah disediakan didalam sistem



Keunggulan Sistem Pakar

Adapun keunggulan yang diperoleh dari penggunaan sistem pakar adalah sebagai berikut.

  1. Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat.
  2. Meningkatkan output dan produktivitas.
  3. Menyimpan kemampuan dan keahlian pakar.
  4. Meningkatkan reliabilitas.
  5. Memberikan respons yang cepat.

 

 

Kekurangan Sistem Pakar

Sedangkan kekurangan yang ditemui ketika menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan sistem pakar adalah sebagai berikut.

  1. Masalah dalam mendapatkan pengetahuan di mana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah karena kadangkala pakar dari masalah yang dibuat tidak ada, dan kadang pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda.
  2. Pembuatan suatu sistem pakar yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaanya.
  3. Sistem pakar tidaklah 100% menguntungkan, walaupun seorang tetap tidak sempurna atau tidak selalu benar. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan. Sehingga dalam hal ini peran manusian tetap merupakan faktor yang dominan.

 


Komponen Sistem Pakar

Sistem pakar terdiri dari beberapa komponen untuk dapat membuat sistem tersebut menjadi sistem yang utuh, komponen tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Basis pengetahuan, yaitu pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, dan menyelesaikan masalah.
  2. Subsistem penambahan pengetahuan. Merupakan tempat untuk memasukkan pengetahuan, mengkontruksi atau memperluas pengetahuan dalam basis pengetahuan. Pengetahuan itu bisa berasal dari buku, ahli, basisdata, penelitian, dan gambar.
  3. Motor inferensi (inference engine). Yaitu program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi-informasi basis pengetahuan dan blackboard, serta digunakan untuk memformulasikan konklusi. Ada tiga elemen utama dalam motor inferensi antara lain yaitu, Interpreter: mengeksekusi item – item agenda yang terpilih menggunakan aturan dalam basis pengetahuan, Sceduler: mengontrol agenda, dan Consistency Enforce: memlihara konsistensi dalam mempresentasikan solusi yang bersifat darurat.
  4. Blackboard. Merupakan area dalam memori yang digunakan untuk merekam kejadian yang sedang berlangsung termasuk keputusan sementara.
  5. Subsistem penjelas. Digunakan untuk melacak respond dan member memperjelas tentang kelakukan sistem pakar secara interaktif.



Nah, itulah pembahasan mengenai sistem pakar, semoga bermanfaat. jangan lupa terus kunjungi ladangtkeno dan dapatkan informasi menarik mengenai dunia teknologi